Monday, 5 June 2023

Taubat Nasuha [ تَوْبَةً نَصُوحًا ]

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang sesungguh2nya dan semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Bertaubatlah dan pastikan memenuhi 4 Syarat Taubat agar diterima Allah - 1 ] -  Menyesal akan segala dosa yang telah dilakukan. Sebagaimana hadis daripada Abdullah bin Mas’ud Radiallahuanhu bahawa Rasullullah SAW bersabda:“Menyesali (dosa) itu adalah taubat.” (Riwayat Ahmad). 2 ] - Berazam untuk tidak mengulangi lagi akan dosa tersebut. 3 ] -  Meninggalkan semua dosa dan maksiat selama-lamanya. 4 ] - Bertaubat dengan taubat nasuha sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Tahrim ayat 8:“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan Taubat Nasuha, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai.”  Jika berdosa dgn manusia ditambah satu syarat lagi iaitu - [ 5 ]sekiranya dosa yang dilakukan adalah dosa sesama manusia maka hendaklah terlebih dahulu memohon ampun dan maaf serta memulangkan segala yang diambil tanpa kebenaran sekiranya berkaitan.

2 comments:

  1. --------------------
    Terjemahan Tafsir Jalalain
    --------------------
    (Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya) dapat dibaca nashuuhaa dan nushuuhaa, artinya tobat yang sebenar-benarnya, bertobat tidak akan mengulangi dosa lagi, dan menyesali apa yang telah dikerjakannya (mudah-mudahan Rabb kalian) lafal 'asaa ini mengandung makna tarajji, yakni sesuatu yang dapat diharapkan akan terjadi (akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian, dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga) yakni taman-taman surga (yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan) Allah tidak akan memasukkan ke dalam neraka (Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan mereka) maksudnya, di depan mereka terang benderang oleh cahayanya (dan) cahaya itu pun memancar pula (di sebelah kanan mereka. Mereka berkata) lafal yaquuluuna merupakan jumlah isti'naf atau kalimat baru: ("Ya Rabb kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami) hingga sampai ke surga, sedangkan orang-orang munafik cahaya mereka padam (dan ampunilah kami) wahai Rabb kami (sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.").

    ReplyDelete
  2. ----------------
    Taubat Nasuha - Allah sempurnakan cahayaNya kpd Orang2 yang Bertaubat berbeza dgn org2 Munafiq yang cahaya mereka padam
    ----------------
    Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan tobat nasuh (yang sesungguhnya) dalam ayat ini dan menjanjikan akan menghapuskan segala kesalahan, memasukkan ke dalam surga, memperoleh kemenangan dan keberuntungan ketika orang-orang mukmin berjalan pada hari Kiamat dengan cahayanya dan mereka takut kalau cahaya itu padam seperti yang menimpa orang-orang munafik. Oleh karena itu, mereka meminta kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala agar menyempurnakan cahaya mereka, lalu Allah mengabulkan doa mereka dan menyampaikan mereka dengan cahaya dan keyakinan mereka ke surga yang penuh kenikmatan. Ini semua merupakan pengaruh dari tobat yang nasuh. Tobat yang nasuh adalah tobat yang menyeluruh terhadap semua dosa yang telah diazamkan oleh seorang hamba kepada Allah untuk tidak mengulanginya lagi, dimana maksudnya adalah mencari keridhaan-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dan tetap terus di atasnya dalam semua keadaannya. Agar sampai ke surga, sedangkan cahaya orang-orang munafik padam.

    ReplyDelete

Wajib tahu Dosa2 Besar Utk Dihindari

Setiap muslim hanya akan diampuni dengan melakukan taubat nasuha, sekali gus setiap Muslim bertanggungjawab mengetahui perkara yang dikatego...